Home Politik Politik Luar Negeri Akan Jadi Materi Debat Capres-Cawapres

Politik Luar Negeri Akan Jadi Materi Debat Capres-Cawapres

22
0
SHARE


Salah satunya adalah tentang masalah Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Ketua Komisi pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengatakan isu politik luar negeri akan masuk jadi salah satu materi dalam debat kandidat capres-cawapres pada 2019 mendatang. Selain itu, kebijakan politik luar negeri Indonesia juga masuk jadi salah satu pembahasan dalam debat.

“Salah satu materi debat nanti yang akan disampaikan adalah soal isu politik luar negeri dana kebijakan luar negeri Indonesia. Jadi aspeknya banyak sekali, mulai dari perdagangan internasional, hukum internasonal, keamanan internasional dan sebagainya,” ujar Arief kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/11).

Karena itu, untuk menyusun materi tersebut, KPU membutuhkan masukan dari sejumlah pihak. Beberapa ahli yang dimintai pendapat nantinya akan memberikan rumusan-rumusan pertanyaan penting untuk menggali kebijakan luar negeri dari masing-masing pasangan capres-cawapres.

“Sebab KPU tentu saja tidak bisa merumuskan sendiri ,” ungkap Arief.

Salah satu pihak yang sudah melakukan audiensi dengan KPU tentang isu politik internasional yakni Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Menurut Arief, FPCI melihat bahwa isu politik luar negeri cukup strategis dalam Pemilu 2019. Terlebih, isu-isu yang ada kaitannya dengan kebijakan luar negeri untuk kepentingan Indonesia ke depannya.

FPCI, kata Arief, memberi masukan tentang isu-isu  politik luar negeri yang penting. “Kami catat dan itu nanti dijadikan salah satu rujukan dalam debat maupun tentang pola pelaksanaan debatnya,” tambahnya.

Terpisah, Founder FPCI, Dino Patti Djalal, mengatakan Pemilu 2019 merupakan ajang pemilihan yang strategis. Dengan begitu, akan sangat penting untuk mengetahui konsep ide, visi dan isi masing-masing pasangan capres-cawapres.

Menurut Dino, sebenarnya tidak sulit untuk merumuskan isu strategis tentang politik dan kebijakan luar negeri yang sesuai untuk debat pasangan capres-cawapres. “Intinya, isu-isu yang paling berdampak terhadap Indonesia dan isu bagaimana agar bisa berdampak lepada dunia internasional,” ungkap dia.

Dia lantas menyebut globalisasi, isu-isu di ASEAN, terorisme dan semakin buruknya kondisi geopolitik. Isu-isu tersebut, katanya, harus dipikirkan oleh siapapun yang memimpin untuk Indonesia ke depan.  

“Sebagai contohnya saat ini sudah mulai ada polemik Palestina. Saya kira nanti yang dibahas dalam debat mau tidak mau yang ada relevansinya dengan hubungan internasional kita,” tutur Dino.

Sebelumnya, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, mengatakan KPU sudah menyusun jadwal untuk lima kali debat publik capres-cawapres Pemilu 2019. Jadwal terakhir pelaksanaan debat publik telah ditetapkan pada 13 April 2019.

“Kami akan melaksanakan debat publik selama lima kali yang semuanya dilakukan pada 2019. Jadwal debat capres-cawapres yang terakhir (kelima) rencananya digelar pada 13 April 2019,” ungkap Wahyu ketika dijumpai wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/11).

Dengan begitu, dia memastikan pada 2018 tidak akan ada debat capres-cawapres yang diselenggarakan KPU. Wahyu melanjutkan, rencananya debat publik mulai digelar sejak Januari 2019.

Debat itu rencananya digelar satu kali setiap bulannya, sejak Januari hingga April. “Namun, nanti rencananya pada Maret akan kami gelar dua kali. Jadi simulasinya Januari satu kali, Februari satu kali, Maret dua kali dan April satu kali,” tegasnya. 





Source : https://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/18/11/28/piwm4l430-politik-luar-negeri-akan-jadi-materi-debat-caprescawapres

Berita Dari news.google.com