Home Berita TPID DIY Jaga Stabilisasi Harga dan Pasokan Jelang Akhir Tahun

TPID DIY Jaga Stabilisasi Harga dan Pasokan Jelang Akhir Tahun

30
0
SHARE



Laporan Reporter Tribun Jogja Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY merumuskan berbagai upaya pengendalian inflasi dari sisi ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi bahan makanan guna menghadapi pola siklikal peningkatan demand masyarakat menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2019.

Dalam paparannya, TPID DIY menyebut tekanan inflasi DIY cenderung meningkat menjelang akhir tahun. Pada November 2018 inflasi DIY tercatat sebesar 0,46% (mtm), meningkat dibandingkan Oktober 2018 sebesar 0,13% (mtm).

“Salah satu penyumbang inflasi pada November 2018 adalah komoditas beras, yang memiliki andil sebesar 0,02% (mtm). Peningkatan tekanan inflasi beras dipengaruhi oleh turunnya pasokan di tengah masih berlangsungnya musim tanam padi pada periode akhir tahun,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Sri Fitriani pada Rakor menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru, Senin (10/12/2018).

Baca: Bawang Merah Picu Inflasi DIY Sebesar 0,46%

Sementara Bulog Divre Yogyakarta menginformasikan bahwa stok cadangan beras sebesar 11.534 ton, diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat DIY hingga 4 bulan kedepan sampai dengan panen raya di awal 2019.

Berdasarkan hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) Bank Indonesia hingga minggu pertama Desember 2018, tekanan inflasi diperkirakan masih bersumber dari komponen volatile food dan administered prices yaitu komoditas telur ayam ras dan daging ayam ras serta tarif angkutan udara.

Adapun sejumlah rekomendasi upaya pengendalian menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru yang akan dilaksanakan oleh TPID DIY antara lain: BKPP DIY akan melaksanakan bazar Toko Tani Center Indonesia pada 19-21 Desember 2018 yang difokuskan di 3 (tiga) titik pasar pantauan perhitungan inflasi di Yogyakarta, yaitu Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan dan Pasar Demangan.

Baca: Venezuela Rilis Data Ekonomi, Inflasi Tembus 860 Persen pada 2017

Kemudian, Toko Tani Center Indonesia bekerjasama dengan aplikasi e-commerce Titipku.com dalam distribusi bahan pangan pokok yang disediakan oleh Toko Tani Centre.

Bulog DIY juga secara rutin/harian melakukan pemantauan pasokan dan kelancaran distribusi di pasar-pasar tradisional serta pemukiman sekaligus melaksanakan Operasi Pasar di titik-titik tertentu di daerah pedesaan untuk memperpendek arus distribusi pangan.

Khusus di Yogyakarta, Bulog DIY akan menggelontorkan sebanyak 75 sampai dengan 100 ton beras per hari untuk kebutuhan Operasi Pasar.

Untuk itu, Bulog DIY bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Satgas Pangan telah melakukan sosialisasi kepada distributor dan Persatuan Perangkat Desa Seluruh Indonesia (PPDI) DIY agar turut serta dalam kegiatan operasi pasar.

Selanjutnya, optimalisasi Kios Segoro Amarto sebagai price reference store dalam menjaga kestabilan harga bahan pangan pokok khususnya di 3 pasar tradisional utama di DIY yaitu Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan dan Pasar Demangan.

Adapun, pemantauan harga dan distribusi pasokan bahan makanan akan dilaksanakan pada 14 sampai dengen 20 Desember 2018 di beberapa pasar tradisional utama, pasar modern, distributor, dan gapoktan di seluruh DIY.

Selain itu juga pemantauan terhadap kepatuhan pelaku usaha (distributor) untuk mendaftar Tanda Daftar Pelaku Usaha Distribusi (TDPUD) guna mempermudah pencatatan kegiatan distribusi barang di daerah.

“Penguatan sinergi dan koordinasi antar institusi yang ada di TPID DIY menjadi penting dan akan terus dikembangkan. Dengan adanya berbagai program pengendalian inflasi yang dilakukan oleh TPID DIY, diharapkan inflasi DIY pada 2018 dapat sejalan dengan target yang telah ditetapkan yaitu 3,5±1% (yoy),” kata Sri Fitriani.(tribunjogja.com)





Source : http://jogja.tribunnews.com/2018/12/10/tpid-diy-jaga-stabilisasi-harga-dan-pasokan-jelang-akhir-tahun

Berita Dari Source Feed jogja.tribunnews.com