Home Berita Letusan Gunung Tambora, Empat Kali Lebih Kuat Dari Krakatau

Letusan Gunung Tambora, Empat Kali Lebih Kuat Dari Krakatau

12
0
SHARE


TANGGAL 10 April 1815, dunia mencatat telah terjadi sebuah peristiwa besar di Indonesia. Peristiwanya terjadi 203 tahun yang lalu.

Gunung Tambora meletus dengan dahsyat dan debunya menyelimuti beberapa pulau di Hindia Belanda (sekarang Indonesia), menyebabkan pendinginan global dan terjadinya tahun tanpa musim panas.

Letusan gunung yang terletak di Sumbawa, Kepulauan Nusa Tenggara, merupakan satu letusan gunung berapi yang paling kuat dalam sejarah dan diklasifikasikan sebagai peristiwa dengan VEI-7.

Berdasarkan data di wikipedia.com, letusan ini dimulai pada 10 April 1815, diikuti oleh antara enam bulan sampai tiga tahun meningkatnya kepulan dan letusan freatik kecil.

Bumbungan letusannya menurunkan suhu global, dan beberapa ahli percaya hal ini menyebabkan pendinginan global dan kegagalan panen di seluruh dunia di tahun berikutnya.

Fenomena ini dikenal dengan sebutan tahun tanpa musim panas.

Gunung Tambora mengalami ketidakaktifan selama beberapa abad sebelum tahun 1815, dikenal dengan nama gunung berapi ‘tidur’ yang merupakan hasil dari pendinginan hydrous magma di dalam dapur magma yang tertutup.

Di dalam dapur magma dalam kedalaman sekitar 1,5 -4,5 Km, larutan padat dari cairan magma bertekanan tinggi terbentuk pada saat pendinginan dan kristalisasi magma.

Tekanan di kamar makma sekitar 4-5 kbar muncul dan temperatur sebesar 700 °C-850 °C.

Pada tahun 1812, kaldera Gunung Tambora mulai bergemuruh dan menghasilkan awan hitam. Selanjutnya, 5 April 1815, letusan terjadi, diikuti dengan suara gemuruh yang terdengar di Makassar, Sulawesi (380 Km dari gunung Tambora), Batavia (kini Jakarta) di pulau Jawa (1.260 Km dari Gunung Tambora), dan Ternate di Maluku (1400 Km dari Gunung Tambora).





Source : http://wartakota.tribunnews.com/2018/04/10/letusan-gunung-tambora-empat-kali-lebih-kuat-dari-letusan-gunung-krakatau

Berita Dari news.google.com