Home Berita Juara di Volcano Cup 2018, Ini 5 Fakta Gunung Krakatau yang Mendunia

Juara di Volcano Cup 2018, Ini 5 Fakta Gunung Krakatau yang Mendunia

11
0
SHARE


Konon, letusan Gunung Krakatau telah diramalkan. Adalah Edward Samson, editor koran Boston Globe yang meramalkannya.

Pada 10 Agustus 1883 malam, Edward Samson, datang ke kantornya. Semua orang sudah pulang. Ia yang sedikit mabuk berbaring di sofa, lalu tertidur.

Tiba-tiba, saat jarum jam menunjuk ke angka 03.00, ia terbangun dalam kondisi kaget. Matanya terbelalak, napas menderu, dan dada yang berdebar. Samson — atau ada yang menulis nama belakangnya sebagai Sampson atau Samsom — baru saja mengalami mimpi buruk.

Semua yang ia lihat di alam mimpi begitu nyata dan mengerikan. Pria itu menyaksikan sebuah gunung meletus dahsyat, yang mengalirkan lava panas ke laut.

Telinganya seakan mendengar jerit pilu para korban yang dicekam ketakutan. Ia juga menyaksikan bagaimana sebuah pulau tenggelam ke lautan, setelah gunung yang meledak itu mengirim abu dan puing ke angkasa.

Samson kemudian duduk di meja kerjanya, meraih sejumlah kertas, dan menuliskan mimpinya. Lalu, pulang, istirahat sampai mabuknya hilang.

Pagi berikutnya, seorang editor melihat catatannya, mengira peristiwa itu benar adanya. Kala itu, teknologi belum secanggih saat ini. Sang redaktur mengira Samson menyalin data tersebut dari kawat berita.

Tanpa bertanya apa pun, tulisan Samson lantas dimuat dalam sebuah artikel, 8 kolom, dan disajikan di halaman depan!

Geger pun terjadi. Dengan cepat kisah gempa dahsyat yang disebabkan gunung meledak — yang membuat Pulau Pralape tenggelam menyebar ke seantero Amerika Serikat juga dunia lewat telegram.

Pertanyaan demi pertanyaan ditujukan pada pihak koran, meminta informasi lebih rinci soal malapetaka yang menewaskan ribuan orang tersebut. Redaksi mencari pulau bernama Pralape di Samudra Hindia. Dan tak menemukannya.

Menyadari kesalahannya, Boston Globe menulis artikel ralat, yang berisi permohonan maaf dan menyatakan kabar tersebut tak benar.

Namun, beberapa hari kemudian, pada 27 Agustus 1883, tepat pukul 10.20, Krakatau meletus dahsyat.

Kekuatannya setara 150 megaton TNT, lebih 10.000 kali kekuatan bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki. Melenyapkan pulau dan memicu dua tsunami, dengan tinggi maksimal 40 meter, yang menewaskan lebih dari 35.000 orang.

“Beberapa tahun berikutnya, baru diketahui bahwa Krakatau punya nama lain dua abad sebelumnya. Ia disebut sebagai Pralape,” demikian cuplikan artikel yang dimuat koran Gadsden Times, 7 Oktober 1966.



Source : https://www.liputan6.com/global/read/3344691/juara-di-volcano-cup-2018-ini-5-fakta-gunung-krakatau-yang-mendunia

Berita Dari news.google.com